Mudik Surabaya – Lampung 90 Ribuan

Mudik!, hal wajib buat para perantau, termasuk saya sejak kuliah di Surabaya. Nah kali ini saya cuma bagi cerita dan pengalaman soal mudik tahun ini (2013-red). Seperti biasa dan kebanyakan mudikers lainnya, pasti yang jadi pertimbangan utama sebelum mudik adalah soal ongkos!, nah yang luar biasa dari mudik tahun ini adalah ongkos perjalanan dari surabaya ke kota kelahiran saya bandar lampung, cuma habis 90 ribuan!, yap benar!!! SEMBILAN PULUH RIBUAN!, koq bisa?, Bisa donk!

Tiket perjalanan saya dari Surabaya ke Jakarta. Only 10 ribuan aja, hehe

Tiket perjalanan saya dari Surabaya ke Jakarta. Only 10 ribuan aja, hehe

1. Surabaya – Jakarta

Nah penghematan luar bisa terjadi disini. Kebetulan saya dapet tiket promo kereta executive Argo Anggrek dengan harga tiket 10 ribu rupiah dari harga normal 300 ribuan! plus biaya adm 7.500-, jadi total perjalanan saya dari surabaya ke jakarta cuma habis 17.500! Karena saya mudik saat puasa, pihak KAI memberikan makan sahur gratis!, wow makin asik aja perjalanan, hehe… Promo ini saya dapet kabar dari kawan kuliah di surabaya, kebetulan dapet info pas awal diberlakukan promo ini. Sekalian juga diambil tiket PP dan bebas mili kereta, karena masih kosong.

Bahasa Indonesia: Argo Bromo Anggrek Siang

Bahasa Indonesia: Argo Bromo Anggrek Siang (Photo credit: Wikipedia)

Tips : Tahun depan, kalo mau mudik lagi, 1-2 bulan sebelum lebaran, rajin2 cek web KAI ataupun maskapai penerbangan, siapa tau ada promo dahsyat seperti ini lagi 🙂

2. Jakarta – Bandar Lampung

Di jakarta saya turun di stasiun Gambir, lanjut naik busway ke terminal Kalideres dengan tiket 3500. Di Kalideres saya naik bus AC Ekonomi tujuan Merak dengan ongkos 25.000 rupiah. Tiba di Merak, lanjutkan lagi perjalanan menyeberangi selat Sunda dengan kapal ASDP tiket 13.000 rupiah. Perjalanan laut ditempuh sekitar 2,5 jam hingga kapal bersandar total. Di pelabuhan Bakauheni lanjut lagi perjalanan menggunakan bus AC Ekonomi dengan tiket 30.000 rupiah sampai terminal Rajabasa. Perjalanan sekitar 3 jam hingga akhirnya tiba di terminal. Selanjutnya perjalanan disambung dengan mikrolet dengan ongkos 3000 rupiah sampai depan gang rumah. Fiuhh,, sampai juga akhirnya 🙂

English: Port of Bakauheni, Lampung, Indonesia...

English: Port of Bakauheni, Lampung, Indonesia Shipname: BSP III IMO number: 7230616 日本語: ランプン州のバカウフニ港にあるフェリー (Photo credit: Wikipedia)

3. Kesimpulan

Nah, setelah dikalkulasi, total perjalanan mudik 2013 saya ini cuma habis ongkos 92.000 rupiah! Busyet, ini rekor terbaik mudik hemat saya 😀 Sebenarnya bisa ditekan lagi ongkos perjalanan, yang perjalanan menggunakan bus beralih ke bus full ekonomi. Tapi saya enggak mau nyiksa badan, udah capek duluan perjalanan kereta soalnya, juga kondisi lagi puasa, belum lagi godaan di jalan amat sangat luar biasa 🙂

Nah, untuk perjalanan kembali ke Surabaya, rencana tetap sama, namun dari bandar lampung ke jakarta saya memilih naik damri yang lebih nyaman biar bisa istirahat dengan ongkos 150 ribu. Lanjut dari jakarta ke surabaya dengan kereta executive lagi, dengan tiket 10 ribu rupiah. Masih hemat yang mudik, tapi gak apa-apa. Tiba di surabaya pagi, mau langsung ke kampus soalnya, jadi mesti saving energi 😀

Tourist Information Center (TIC) Surabaya

English: This s statue located in Surabaya zoo

Tak terasa sudah memasuki tahun kedua saya melanjutkan studi Strata-1 saya di Kampus Perjuangan Surabaya. Tapi jika di-review kembali, ternyata hanya baru sekitar 30% saja wilayah Surabaya yang saya jelajahi. Sempat malu juga dengan teman, saudara, ataupun senior saya waktu kuliah dulu jika mereka mampir ke Surabaya. Biasanya sih pertanyaannya simple : “Ada apa sih di Surabaya ini?’, langsung aja saya jawab : “Gak jauh beda dengan kota besar lain, ya mall, ya gedung bertingkat, de el el”. Paling puoll biasanya saya ajak ke Jembatan Suramadu, cicip beberapa kuliner khas Surabaya, keliling kota melihat beberapa tempat bersejarah, dan terakhir liat-liat kaos khas surabaya “Cak-Cuk”.

Nah ceritanya tanggal 20 Januari 2013 kemarin, rekan KomCAD dari Makssar –Andi Salman Fariz– dan dari Jogja –Agus Irawan– mampir ke Surabaya setelah acara Kopdar Nasional KomCAD di Malang. Sempet bingung juga mau ajakin kemana. Akhirnya bersama rekan KomCAD Surabaya lainnya –Habibi Fiesta– kita ajak mereka cicip Soto Lamongan Cak Har dan lanjut ke Jembatan Suramadu dan mengakhiri malam dengan sruput Ronde Biliton.

Esoknya sambil mengantar mereka berdua ke Stasiun Gubeng dan mau cari souvenir sekalian. Coba gooling dan beberapa blog merekomendasikan ke Balai Pemuda Surabaya. Kabarnya sih ada jual kaos, kerajinan tangan dan souvenir lainnya. Oke, jam 10 pagi kita meluncur kesana.

Balai Pemuda Surabaya yang dijadikan Tourist Information Center (TIC) Surabaya

Balai Pemuda Surabaya yang dijadikan Tourist Information Center (TIC) Surabaya

Sampai di lokasi, ternyata Balai Pemuda Surabaya juga difungsikan sebagai pusat informasi bagi turis yang melancong ke Surabaya. Terpampang jelas diatas pilar pintu depan “Tourist Information Center (TIC) Surabaya”. Sampai didalam kita disamput oleh mas dan mbak petugasnya yang sangat ramah dan welcome banget. Sudah 2 tahun lebih di Surabaya, baru tau ada tempat seperti ini padahal sering banget lewat tempat ini, jadi malu dah, hihi..

Continue reading

I Love Tugas Akhir

Surabaya, Oktober 2012. New Game —>GTA : Episode Soerabaja City__________

Bukan gaya-gayaan apalagi ikut-ikutan, tapi sebuah sugesti pada diri sendiri!. Buat yang kini tengah menghadapi yang namanya “Tugas Akhir” alias “skripsi”. Biasanya situasi “sakral” ini akan dilalui oleh mahasiswa tingkat 4, itupun kalau lancaaarr.. Yah, pathline tiap orang tentunya beda donk.

Bisa dibilang TA/Skripsi itu “TAKDIR” nya mahasiswa, gak bisa ditawar-tawar lagi!. Mau D3, S1, S2, S3, S4, dst, kudu-harus-wajib-mesti lewatin yang namanya TA/Skripsi atau apapun lah itu istilahnya!

Tugas Akhir/Skripsi itu MASTERPIECE nya mahasiswa Bro!

Biasanya klo mahasiswa sudah terkena sindrom TA/Skripsi, maka segala aspek kehidupannya akan berubah – drastis serta dramatis!. Yang cowok bakal lebih akrab dengan yang namanya kopi, rokok, begadang, dan laptop. Yang cewek juga bakal akrab dengan hal yang sama, tapi mungkin minus rokok, dan surplus camilan! Dan itu terbukti!, karna gw sedang mengalaminya, haha 😀

#okesip. Ada sedikit tips, saran, penyemangat, dan suplemen buat para pejuang TA/Skripsi yang gw dapet dari webnya ITS. cekidot rangkumannya :

Continue reading

Java Long Tour – Part 1

Libur telah tibaa..
Libur telah tibaa..
Hore… horee…

Yeay!, libur semester 3 akhirnya datang juga. Setelah sebelumnya berjuang, bertempur, dan berakhir dengan hasil sangat memuaskan, walaupun tetap ada mata kuliah yang mengulang (gubrak.. ). Seperti kebanyakan mahasiswa rantau lainnya, tentunya tujuan utama liburan adalah kampung halaman. Ya!, pulang kampung reek!. Kuliah di Soerabaja – the city of heroes- sebuah kota paling timur pulau jawa, sedangkan keluarga di Bandar Lampung -kota tapis berseri- sebuah kota yang lagi-lagi “paling” selatan pulau sumatera.

Pulang ya tinggal pulang. Duh, gak asik donk!. Segera saja teringat obsesi libur semester lalu. Ya!, aku ingin sekali menjelajah setiap jengkal pulau jawa ini. Yah, dengan penyimpangan hingga 90%, maka minimal tiap ibu kota provinsi di pulau jawa “harus” sudah pernah aku sambangi laaahh.. 😀

Surabaya – Bandar Lampung, 1034 KM jarak yang harus ditempuh, sayang banget kan kalo semuanya cuma numpang lewat?

Setelah cek N ricek jadwal serta event terdekat, ada avent yang cukup menarik. Focus group discussion – Computational Fluid Dynamics, semacam pertemuan rutin yang membahas perkembangan komputasi fluida. Hemm.. kebetulan banget, sambil jalan-jalan mampir juga disini, mumpung acaranya sesuai dengan background kami –mechanical engineering-. Oh ya, acaranya dilaksanakan di PT. Dirgantara Indonesia, Bandung.

Continue reading