Java Long Tour – Part 1

Libur telah tibaa..
Libur telah tibaa..
Hore… horee…

Yeay!, libur semester 3 akhirnya datang juga. Setelah sebelumnya berjuang, bertempur, dan berakhir dengan hasil sangat memuaskan, walaupun tetap ada mata kuliah yang mengulang (gubrak.. ). Seperti kebanyakan mahasiswa rantau lainnya, tentunya tujuan utama liburan adalah kampung halaman. Ya!, pulang kampung reek!. Kuliah di Soerabaja – the city of heroes- sebuah kota paling timur pulau jawa, sedangkan keluarga di Bandar Lampung -kota tapis berseri- sebuah kota yang lagi-lagi “paling” selatan pulau sumatera.

Pulang ya tinggal pulang. Duh, gak asik donk!. Segera saja teringat obsesi libur semester lalu. Ya!, aku ingin sekali menjelajah setiap jengkal pulau jawa ini. Yah, dengan penyimpangan hingga 90%, maka minimal tiap ibu kota provinsi di pulau jawa “harus” sudah pernah aku sambangi laaahh.. 😀

Surabaya – Bandar Lampung, 1034 KM jarak yang harus ditempuh, sayang banget kan kalo semuanya cuma numpang lewat?

Setelah cek N ricek jadwal serta event terdekat, ada avent yang cukup menarik. Focus group discussion – Computational Fluid Dynamics, semacam pertemuan rutin yang membahas perkembangan komputasi fluida. Hemm.. kebetulan banget, sambil jalan-jalan mampir juga disini, mumpung acaranya sesuai dengan background kami –mechanical engineering-. Oh ya, acaranya dilaksanakan di PT. Dirgantara Indonesia, Bandung.

Continue reading

Kreatif!, Fotokopi Keliling – The power of kepepet

Akhirnya nge-blog lagi, horeeee..!!!

Sempet bingung mau nulis apaan, ide sih ada, tapi rasa malas mengalahkan segala ide briliant yang sudah terstruktur di kepala ini (cieileeehh…). Nah, ceritanya waktu itu aku berdua dengan konco seperjuangan di kampus perjuangan main ke samsat manyar surabaya. Perjalanan keputih – samsat manyar ditempuh dengan perjalanan lancar, parkir motor, skip..skip..skip… Upsss, ada yang kelupaan, berkas-berkas belum difotokopi. Ok, gak papa. Berlagak bak detektif (lebay mode : ON) tanya sana-sini cari fotokopian.

“itu dek, sebelah ujung sana”, ujar si bapak parkir sambil menunjuk ke arah sebuah gerobak yang dikerumuni orang. Well, dimata aku itu lebih mirip kerumunan orang yang antri beli es teh di siang bolong (karna memang jam menunjukkan pukul 10 siang).

Ok, langsung meluncur, dengan berprasangka si bapak salah tunjuk. Skip..skip..skip…, tiba ditujuan kami berdua langsung tertegun. What the ..tiiiiiit.., “iki tho potokopiane” dengan logat jawa yang dibuat-buat kami terkejut.

Hmm… betul menurut Jaya Setiabudi di bukunya The Power of Kepepet. Situasi kepepet membuat seseorang berfikir out of the box. Masih bingung kan maksudnya?,

Continue reading